SISTEM INFORMASI
PSIKOLOGI
A. Pengertian Sistem
Pengertian sistem menurut para ahli, antara lain:
- Ackof (dalam Susanto, 2004) mendefinisikan bahwa sistem merupakan setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.
- Hall (2004), mendefinisikan bahwa sistem merupakan kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama.
- Kusrini (2007), mendefinisikan bahwa sistem merupakan sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas atau fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/perkerjaan tertentu.
- Romney dan Steinbart (2005) mendefinisikan bahwa sistem merupakan suatu rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
- Sutabri (2012), mendefinisikan bahwa sistem merupakan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan.
B. Pengertian Informasi
Pengertian informasi menurut para ahli, antara lain:
- Bodnar dan Hopwood (2000), mendefinisikan bahwa informasi merupakan data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat
- Kusrini dan Koniyo (2007), mendefinisikan bahwa informasi merupakan data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
- Laudon dan Laudon (2007), mendefinisikan bahwa informasi merupakan data yang sudah dibentuk dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
- Raymond (2001), mendefinisikan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
- Sidharta (1995), mendefinisikan bahwa informasi merupakan data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan.
- Susanto (2004), mendefinisikan bahwa informasi merupakan hasil dari pengelolaan data yang memberikan arti dan manfaat.
- Sutabri (2005), mendefinisikan bahwa informasi merupakan data yang telah di klasifikasikan atau diolah atau di interpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
C. Pengertian Psikologi
Pengertian psikologi menurut para ahli, antara lain:
- Ahmadi (2003), mendefinisikan bahwa psikologi merupakan ilmu yang meneliti dan mempelajari tingkahlaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
- Basuki (2008), mendefinisikan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif dan juga emosional.
- Dakir (1993), mendefinisikan bahwa psikologi merupakan ilmu yang membahas tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
- Ghufron dan Risnawita (2012), mendefinisikan bahwa psikologi merupakan ilmu yang mempelajari proses mental dan jiwa dalam kaitannya dengan perilaku manusia.
- Muhibbinsyah (2001), mendefinisikan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan.
- Parnawi (2019), mendefinisikan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
- Purwanto (dalam Parnawi, 2019) mendefinisikan bahwa psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
- Walgito (1989), mendefinisikan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang meneliti serta mempelajari perilaku dan perkembangan jiwa manusia.
C. Pengertian Sistem Informasi Psikologi
- Gaol (2008), mendefinisikan bahwa sistem informasi psikologi merupakan sebagai tujuan untuk mendapatkan pemahaman, bagaimana manusia membuat keputusan dengan menggunakan informasi formal.
- Hutahaean (2014), mendefinisikan bahwa sistem informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
- Laudon dan Laudon (2007) menjelaskan bahwa sistem informasi psikologi dari ahli psikologi mempelajari system informasi dengan ketertarikan terhadap bagaimana pengambilan keputusan manusia mengenal dan menggunakan informasi formal.
- Laudon dan Laudon (2012) mendefinisikan sistem informasi secara teknis sebagai satuan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan (atau mendapatkan kembali), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi. Sebagai tambahan terhadap pendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan kendali, sistem informasi dapat juga membantu para manajer dan karyawan untuk meneliti permasalahan, memvisualisasikan pokok-pokok yang kompleks, dan menciptakan produk – produk baru.
- Lucas (dalam Jogianto, 1997) mendefinisikan bahwa sistem informasi merupakan suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi.
Jadi, pengertian sistem informasi psikologi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian sebagai tujuan untuk mendapatkan pemahaman, bagaimana manusia membuat keputusan dengan menggunakan informasi formal.
Daftar Pustaka:
Ahmadi. A. (2003). Psikologi umum.
Jakarta: Rineka Cipta
Basuki, A. M. H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2000). Sistem informasi akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
Dakir. (1993). Dasar-Dasar Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Gaol, C. J. (2008). Sistem informasi manajemen
pemahaman dan aplikasi. Jakarta: PT. Grasindo.
Ghufron, N. M., & Risnawita, S. (2012). Teori-teori psikologi.
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Hall, J. A. (2004). Sistem informasi
akuntansi. Jakarta: Salemba Empat
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi.
Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Jogiyanto. (1997). Sistem informasi
berbasis komputer. Yogyakarta: BPFE
Kusrini. (2007). Strategi perancangan
dan pengelolaan basis data. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET
Kusrini., & Koniyo, A. (2007). Manajemen sistem
informasi dan teknologi informasi. Jakarta: STIMIK Perbanas Renaissance
Center.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2012). Management
information system: managing the digital firm. 12th ed.
USA: Prentice Hall
Laudon, K. C., & Laudon, J.P. (2007). Management
information system. 10th ed. New Jersey: Pearson
Education, Inc.
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan
pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Parnawi, A. (2019). Psikologi belajar.
Sleman: Deepublish
Raymond, M. (2001). Sistem informasi manajemen. Jakarta: PT.
Prenhallindo
Romney, M., & Steinbart, P. J. (2005). Accounting
information systems. 9th edition. Jakarta: Salemba Empat
Sidharta, L. (1995). Pengantar sistem informasi bisnis. Jakarta: PT. ELEX
Media Komputindo
Susanto, A. (2004). Sistem informasi
manajemen konsep dan pengembangannya. Bandung: Lingga jaya
Sutabri, T. (2005). Sistem informasi manajemen. Yogyakarta: CV
ANDI OFFSET
Sutabri, T. (2012). Konsep sistem
informasi. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET
Walgito, B. (1989). Pengantar psikologi
umum. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET



Comments