Evolusi Sistem Informasi berbasis Komputer
Sebelum
menjelaskan tentang Evolusi Sistem Informasi yang berbasis Komputer, kita harus
tahu dulu apa itu evolusi?
Evolusi sendiri sebagai
landasan awal pada ilmu antropologi, yang merupakan suatu perubahan
(pertumbuhan, perkembangan) secara beransur-ansur dan perlahan-lahan (Suharso
& Retnoningsih, 2016). Sedangkan sistem informasi merupakan suatu sistem
didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
dibutuhkan (Hutahaea, 2014).
Komputer muncul dan
banyak digunakan dalam berbagai aktivitas perusahaan. Komputer tidak mengubah
fungsi sistem informasi tetapi sebagai penyedia informasi yang relevan bagi
berbagai pihak yang berkepentingan, komputer juga berpengaruh besar bagi sistem
informasi Sistem informasi yang akurat dan efektif dalam kenyataannya selalu
berhubungan dengan istilah computer-based
atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Manajer membuat
keputusan untuk memecahkan masalah dengan memanfaatkan data dan informasi.
Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah
informasi. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni
SIA, SIM, SPK, Otomatisasi kantor dan Sistem pakar. Hal tersebut dinamakan
dengan sistem informasi berbasis komputer (computer
based information sistem).
Jadi, menurut Laudon dan
Laudon (2008) mendefinisikan Computer based information system (CBIS)
atau yang biasa disebut sistem informasi berbasis komputer merupakan sistem
pengolahan data yang menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan
untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Terdapat bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang, antara lain:
1.
SIA (Sistem informasi akuntansi)
Menurut Rama dan
Jones (2008), SIA dapat dipandang sebagai perangkat system informasi manajemen
yang menyediakan informasi akutansi dan keuangan serta informasi lain yang
diperoleh dari pengolahan rutin transaksi akutansi. Sistem informasi akuntansi sendiri
melaksanakan akuntansi perusahaan, aplikasi ini ditandai dengan pengolahan data
yang tinggi. Pengolahan datanya berupa
manipulsai atau transformasi sombol-simbol seperti angka dan abjad untuk
tujuan meningkatkan kegunaanya. Tujuan
pengolahan data dengan mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan
perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan
informasi bagi pemakai didalam maupun di luar perusahaan. SIA juga memiliki 4 tugas dasar, yakni:
§ Pengumpulan
data
§ Manipulasi
data
§ Pengklasifikasian,
penyortiran, perhitungan, pengiktisaran, penyiapan dokumen.
§ Penyimpanan
data
§ Penyiapan
data
Sistem informasi akuntansi memiliki
lima karakteristik pengolahan data yang membedakan SIA dengan
subsistem CBIS yang lain, antara lain:
§ Melaksanakan
tugas yang diperlukan
§ Berpegangan
pada prosedur yang relative standar
§ Menangai
data yang rinci
§ Terutama
berfokus historis
§ Menyediakan
informasi pemecahan masalah yang minimal
Sistem terdistribusi yang digunakan
perusahaan distribusi yaitu perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya
ke pelanggan, misalnya perusahaan yang berorientasi produk (manufaktur,
pedagang besar, pengecer, dll).
2.
SIM (Sistem
informasi manajemen)
SIM adalah sebuah system informasi yang selain
melakukan pengolahan transaksi yang sangat berguna untuk kepentingan
organisasi, juga banyak memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk
fungsi manajemen dalam pengambilan keputusan (Gaol, 2008). Sedangkan Menurut Mcleod dan Schell (2008), sistem berbasis computer yang menyediakan informasi bagi pemakai
dengan kebutuhan yang serupa. Tujuan Sistem informasi manajemen (SIM) yaitu untuk memenuhi
kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam sub unit
organisasional perusahaan (sub unit dapat disasarkan pada area fungsional atau
tingkatan manajemen). Terdapat empat elemen-elemen dari SIM, yakni: Hardware, Software, Prosedur, Database,
dan Model.
3.
SPK (Sistem
penunjang keputusan)
Sistem komputer yang
interaktif yang membantu pembuat keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan
data atau model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur. Sistem
penunjang keputusan juga berazaskan pada prinsip-prinsip kelogisan,
kerasionalitasan, berbasis analisis dan kercermatan yang tinggi atas
perhitungan dan keterlibatan parameter-parameternya, sehingga keputusan yang
objektif dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan sainstis (Utama,
2017).
Tujuan dari SPK yaitu, yang pertama memberikan
dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur, yang kedua memberikan
dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat untuk membantu
integrasi antar tingkat dan yang ketiga meningkatkan
efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan & bukan peningkatan
efisiennya
Karakteristik
dari Sistem penunjang keputusan, terdiri dari Adaptability, Flexibility, User
friendly, Support intelligence, Design, Choice, dan Effectiviness. Ada juga manfaat dari SPK yaitu meningkatkan
jumlah alternative yang dipilih, pemahaman
yang lebih baik tentang bisnis, respon
yang cepat terhadap situasi yang tidak diharapkan dan yang terakhir terdapat control yang lebih baik. Terdapat pula
tiga tingkatan teknologi SPK, yakni:
- Specific DSS, merupakan hardware/software yang memungkinkan seseorang/sekelompok orang pengambil keputusan melakukan aalitik terhadap suatu amsalah tertentu
- DSS Generator, sebagai suatu paket hardware/software yang mampu secara cepat & mudah membuat spesifik DSS
- DSS Tools, sebagai suatu hardware/software yang membantu pembuatan spesifik DSS dan generator DSS.
4.
OA (Otomatisasi
kantor / Office automation)
Semua sistem
elektronik formal & informasi terutama yang berkaitan dengan komunikasi
informasi dari orang-orang didalam maupun di luar perusahaan. Fungsi OA sendiri, untuk memudahkan
segala jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan & menyediakan informasi
yang lebih baik untuk pengambilan keputusan. Adapun tujuan OA, yang pertama sebagai penghindaran biaya, kedua sebagai
pemecahan masalah kelompok dan terakhir sebagai pelengkap. Terdapat beberapa aplikasi
Otomatis Kantor atau yang disebut OA, yakni:
|
|
5.
Sistem pakar
Sistem pakar yaitu sebagai program komputer yang
berfungsi seperti manusia, dengan memberi konsultasi kepada pemakai mengenai
cara pemecahan masalah. Ada dua output dari system pakar yaitu ada penjelasan
pertanyaan dan juga penjelasan pemecahan masalah. Terdapat pula empat komponen
dari Sistem pakar, antara lain:
- User interface, yaitu dapat memungkinkan pemakai untuk dapat berinteraksi dengan sistem pakar
- Knowledge base, yaitu dapat menyimpan pengetahuan gabungan yang digunakan untuk memecahkan masalah tertentu
- Inference engine, yaitu dapat memberikan kemampuan penalaran yang menginterprestasikan isi dari knowledge base.
- Development engine, yaitu dapat digunakan oleh ahli dan analisis sistem untuk menciptakan sistem pakar.
Daftar Pustaka:
Gaol, J. L. (2008). Sistem informasi manajemen: pemahaman dan aplikasi. Jakarta:
Grasindo
Hutahaea, J. (2014). Konsep sistem informasi.
Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Laudon, J.P., & Laudon, K.C. (2008). Sistem informasi manajemen. Edisi 10. Jakarta:
Salemba Empat.
McLeod, R., & Schell, G. P. (2008). Sistem
informasi manajemen. Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Rabbani, F. H. (2019). Pengolahan informasi evaluasi dan aplikasi sistem informasi berbasis komputer. Diakses dari https://www.scribd.com/doc/ 174185305/Pengolahan- Informasi-Evaluasi-Dan- Aplikasi-Sistem-Informasi- Berbasis-Komputer.
Rama, D. V., & Jones, F. L. (2008). Sistem informasi akutansi. Edisi 18. Jakarta:
Salemba Empat.
Suharso & Retnoningsih, A. (2016). Kamus besar Bahasa Indonesia. Edisi 11.
Semarang: Widya Karya
Utama, D. N. (2017). Sistem penunjang keputusan: filososi,
teori dan implementasi. Yogyakarta: Garudhawaca.


Comments