Bakat dan Intelegensi

Bakat dan Intelegensi



     A.    Intelegensi
1.      Sejarah Intelegensi
Pada awalnya beberapa ahli dari tiga negara melakukan percobaan dilaboraturium yaitu Wundt (Jerman), Galton (Inggris), Cattel (Amerika Serikat) secara terpisah telah melakukan test untuk anak-anak. Mereka mengemukakan bahwa individu saling berbeda dalam hal ketepatan dan kecepatan dalam hal mengerjakan.
Menurut Crow and Crow (1989) tes-tes yang dikembangakan sebelum tahun 1800-an disusun dengan maksud untuk mengukur satu kemampuan saja. Pada tahun 1800, berhasil menemukan berbagi macam test yang digunakan untuk menentukan sampai dimana perbedaan individu dalam hal mengingat.
Seorang ahli Perancis, Alferd Binet dan Simon mengembangkan suatu metode membedakan Intelegensi anak normal dengan anak lemah berfikir. Pada akhirnya karya tersebut dikenal dengan tes Binet-Simon.
2.      Pengertian Intelegensi
Beberapa pengetian Intelegensi menurut beberapa tokoh yaitu:
a.       Terman menyatakan bahwa suatu kemampuan untuk berpikir berdasarkan gagasan yang abstrak
b.      Binet, Intelegensi mencangkup empat hal yaitu pemahaman, hasil penemuan, arahan dan pembahasan
c.       Stren menyatakan bahwa kapasitas umum dari individu yang secara sadar dapat menyesuaikan jiwa yang umum dengan masalah dan kondisi hidup baru.
d.      Thorndike mengemukakan bahwa daya kekuatan respons yang baik dari sudut pandang kebenaran dan kenyataan
3.      Teori Intelegensi
Thurstone terdapat 2 bagian:
a.       4 tingkatan trial and error:
-          perilaku nyata
-          perseptual
-          ideational
-          konseptual (yang dijadikan acuan bagi pengukuran intelegensi)
b.      Kemampuan Konseptual
-          Verbal Compresention (V) -> pemahaman baca dan pembendaharaan kata
-          Number (N) -> diukur melalui soal-soal hitungan
-          Spatial Relation (S) -> diukur melalui manipulasi lambing geometris
-          Word Fluency (W) -> diukur melalui respon cepat kata-kata
-          Memory (M) -> diukur melalui ingatan kata-kata yang saling berhubungan
-          Reasoning (R)
4.      Pengukuran Intelegensi
Pandang para ahli yang menekankan perbedaan intelegensi kualitatif dengan intelegensi kuantitatif. Intelegensi kualitatif merupakan perbedaan intelegensi yang disebabkan karena kualitas orang berbeda-beda sedangkan Integensi kuantitatif merupakan perbedaan intelegensi pada setiap individu hanya perbedaan materi yang diterima karna adanya perbedaan proses belajarnya.
Tes Binet direvisi pada tahun 1916 dan dikenal dengan tes Stanford binet:

Keterangan :
-          IQ= Intellegency quotiens
-          MA= Mental Age
-          CA= Chronological Age
Klasifikasi IQ menurut Stanford-Binet

Klasifikasi IQ menurut Wechsler

Comments