ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Untuk
blog kali ini, saya akan membahas tentang ‘’apa si hubungannya arsitektur
komputer dan struktur kognisi manusia??’’ Sebelum kalian tau hubungannya, kita
harus tau dulu nih penjelasan dari arsitektur komputer sendiri dan juga
struktur kognisi manusia itu apa si? Nah yang pertama penjelasan dari……
Arsitektur Komputer
Menurut Munazilin (2017), Arsitektur Komputer merupakan bagian
yang terkait erat dengan unit-unit operasional dan interkoneksi antar komponen
penyusunan sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturnya. contoh
aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi
memori, sistem memori dan sinyal-sinyal kontrol.
Alfatta (2007), mendefinisikan bahwa Arsitektur Komputer dapat
dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi
komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah computer yang
memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Sama halnya dengan
Syafrizal (2005) yang mengartikan Arsitektur Komputer sebagai konsep
perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer.
Arif (2019), Arsitektur Komputer juga merujuk pada atribut system yang
visible untuk programmer atau dengan kata lain atribut-atribut yang memiliki
dampak langsung pada eksekusi logis suatu program. Contoh dari atribut meliputi
set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk mengwakili berbagai jenis data (misal:
angka, karakter), mekanisme I/O (input/output) dan teknik untuk pengamatan
memori.
Purwadi, Erwansyah, dan Ikhasan (2015), Arsitektur Komputer tidak
terlepas dari peran sebuah processor yang sebagai komponen utama dalam
menjalankan system kerja sebuah komputer. Processor disini disebut dengan CPU
(Central Processing Unit) yang sebuah komponen berupa chip atau IC berbentuk
persegi empat yang merupakan komponen utama pada system komputer sebagai pengendalian
proses kinerja computer, dengan dibantu oleh komponen lainnya.
Utami dan Asnawati
(2015). menyebutkan empat pola Arsitektur Komputer:
1.
Arsitektur berlapis (layered
architecture)
2.
Arsitektur repository (repository
architecture)
3.
Arsitektur klien-server (client-server
architecture)
4.
Arsitektur Pipe dan Filter (pipe
and filter architecture)
Struktur Kognisi Manusia
Menurut Solso, Maclin
dan Maclin (2007) menjelaskan bahwa ilmu kognisi merupakan sebuah ranah studi
interdispliner yang mempelajari penelitian-penelitian dari beragam sumber, sebagai
suatu upaya untuk memperoleh wawasan mengenai isu-isu terkait pikiran dan otak
manusia.
Dedi (-), mengartikan
bahwa kognisi sebagai cara manusia berfikir. Sama halnya dengan Dewanto (2007),
kognisi merupakan suatu kegiatan fikiran, saat seseorang sadar akan objek suatu
pemikiran atau persepsi.
Jadi struktur kognisi
merupakan satu keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan landasan untuk
memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian (Abdulkarim, 2008). Komponen
kognisi sendiri berupa fakta, pengetahuan dan keyakinan tentang objek (Aries,
2012).
Nah untuk Struktur
Kognisi Manusia sendiri merupakan keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan
landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dari
beragam sumber, sebagai suatu upaya untuk memperoleh wawasan mengenai isu-isu
terkait pikiran dan otak manusia.
Jadi kaitan antara Arsitektur
Komputer dengan Struktur Kognisi Manusia...
Dari penjelasan
diatas, kaitan antara arsitektur komputer dengan struktur kognisi manusia yaitu
sama-sama memproses informasi karena manusia sendirilah yang menciptakan komputer
dengan tujuan untuk mempermudahkan perkerjaan manusia. Tetapi menurut Solso, Maclin
dan Maclin (2007), menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari komputer dibandingkan
dengan kognitif manusia yaitu kelebihan komputer, pada umumnya komputer dapat
melakukan operasi matematika dan logika yang cepat, komputer juga menguji
model-model kognisi dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat, dan
juga komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data. Sedangkan
kekurangan komputer yaitu komputer tidak mempunyai emosi seperti manusia, komputer
juga tidak mampu memahami pola-pola yang komplek serta tidak mampu membuat
kesimpulan dan juga manusia lebih unggul dalam mengenali wajah dan lain-lain. Terlepas
dari kekurangan komputer, kaitan antara arsitektur komputer dengan struktur
kognisi manusia sangat erat kaitannya karena adanya kesamaan dimulai dari input
hingga output. Dimana Arsitektur Komputer lebih
cenderung pada kajian atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan
seorang programmer (Arif, 2019) karena seorang programmer sendiri adalah
manusia.
Daftar Pustaka:
Abdulkarim,
A. (2008). Pendidikan kewarganegaraan.
Jakarta: Grafindo Media Pratama
Alfatta.
H. (2007). Analisis dan perencangan
informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Aries,
M. (2012). Psikologi sosial. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia
Arif,
M. F. (2019). Arsitektur dan organisasi komputer.
Jakarta: Qiara Media
Dedi,
S. (-). Mengenal linguistic kognitif.
Bandung: Humaniora
Dewanto.
(2007). Panduan praktis diagnosis dan
tata laksana penyakit syaraf. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Munazilin,
A. (2017). Arsitektur komputer. Sleman:
deepublish
Purwadi,
Erwansyah, K., & Ikhasan, M. (2015). Arsitektur komputer tentang mekanisme
kerja prosesor dalam menjalankan instruksi dan interupsi pada system kerja komputer.
Jurnal Saintikom, 14(2). ISSN:
1978-6603.
Solso,
R. L., Maclin, O. H., & Maclin, M, K. (2007). Psikologi kognitif. Edisi kedelapan. Jakarta: PT. Gelora Aksara
Pratama.
Syafrizal,
M. (2005). Pengantar jaringan komputer.
Yogyakarta: Andi Offset.
Utami,
H. F., & Asnawati. (2015). Rekayasa
perangkat lunak. Sleman: deepublish.


Comments