Nilai-nilai budaya adalah nilai-nilai yang disepakati dan
tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat,
yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe),
simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan
lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau
sedang terjadi.
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi
tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam
pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat
abstrak.
Ada tiga hal
yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :
1. Simbol-simbol, slogan atau yang
lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)
2. Sikap, tindak laku, gerak gerik yang
muncul akibat slogan, moto tersebut
3. Kepercayaan yang tertanam (believe
system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan
berperilaku (tidak terlihat).
Adapun
nilai-nilai budaya yang berharga untuk diperjuangkan yaitu :
1. Nilai Kejujuran
2. Nilai Patriotisme
3. Nilai Persaingan
4. Nilai Harmonis dan Kerjasama
AKULTURASI
BUDAYA
Akulturasi berasal dari
istilah bahasa latin “Aculturate”, yang berarti “tumbuh dan berkembang bersama-sama”. Bila didefinisikan
bahwa Akulturasi budaya merupakan perpaduan dua atau lebih kebudayaan, sehingga
muncul budaya baru tetapi tidak menghilangkan budaya lama.
Biasanya proses
akulturasi terjadi dalam kurun waktu yang lama. Sehingga antara satu budaya dan
budaya lainnya saling memiliki pengaruh kuat. Kemudian budaya baru yang
tercipta akan disepakati bersama sebagai budaya baru suatu kelompok.
Faktor Pendukung Akulturasi Budaya:
1. Kontak
sosial yang terjadi di masyarakat, baik sebagian masyarakat maupun antar
individu dari dua kelompok masyarakat.
2. Kontak
budaya dalam hubungan persahabatan maupun saling bermusuhan.
3. Kontak
budaya antara penguasa dan yang dikuasai, melalui unsur budaya, ekonomi,
bahasa, ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, agama dan kesenian.
4. Kontak
budaya antara masyarakat mayoritas dengan masyarakat minorotas.
5. Kontak
budaya antara sistem sosial budaya yang berbentuk nilai dan norma.
Contoh Akulturasi Budaya:
a) Seni Bangunan
Seni bangunan tampak pada bangunan
candi sebagai wujud percampuran antara seni asli bangsa Indonesia dengan seni
Hindu-Budha. Candi merupakan bentuk perwujudan akulturasi budaya bangsa
Indonesia dengan India. Candi merupakan hasil bangunan zaman megalitikum yaitu
bangunan punden berundak-undak yang mendapat pengaruh Hindu Budha. Contohnya
candi Borobudur. Pada candi disertai pula berbagai macam benda yang ikut
dikubur yang disebut bekal kubur sehingga candi juga berfungsi sebagai makam
bukan semata-mata sebagai rumah dewa. Sedangkan candi Budha, hanya jadi tempat
pemujaan dewa tidak terdapat peti pripih dan abu jenazah ditanam di sekitar
candi dalam bangunan stupa.
b) Seni Tarian
Tari
Betawi, Sejak dulu orang Betawi tinggal di berbagai wilayah Jakarta. Ada yang
tinggal di pesisir, di tengah kota dan pinggir kota. Perbedaan tempat tinggal
menyebabkan perbedaan kebiasaan dan karakter. Selain itu interaksi dengan suku
bangsa lain memberi ciri khas bagi orang Betawi. Tari yang diciptakanpun
berbeda. Interaksi orang Betawi dengan bangsa Cina tercipta tari cokek, lenong,
dan gambang kromong.
c) Seni Berpakaian
Pakaian
Adat Betawi, orang Betawi pada umumnya mengenal beberapa macam pakaian. Namun
yang lazim dikenakan adalah pakaian adat berupa tutup kepala (destar) dengan
baju jas yang menutup leher (jas tutup) yang digunakan sebagai stelan celana
panjang Melengkapi pakaian adat pria Betawi ini, selembar kain batik dilingkari
pada bagian pinggang dan sebilah belati diselipkan di depan perut. Para wanita
biasanya memakai baju kebaya, selendang panjang yamg menutup kepala serta kain
batik. Pada pakaian pengantin, terlihat hasil proses asimilasi dari berbagai
kelompok etnis pembentuk masyarakat Betawi. Pakaian yang digunakan pengantin
pria, yang terdiri dari: sorban, jubah panjang dan celana panjang banyak
dipengaruhi oleh kebudayaan Arab. Sedangkan pada pakaian pengantin wanita yang
menggunakan syangko (penutup muka), baju model encim dan rok panjang
memperlihatkan adanya pengaruh kebudayaan Cina Uniknya, terompah (alas kaki)
yang dikenakan oleh pengantin pria dan wanita dipengaruhi oleh kebudayaan Arab.
d) Adat Kebiasaan
Tradisi membagi
rezeki saat hari raya sebenarnya terjadi karena proses akulturasi budaya
Tionghoa dengan Islam. Memberi dengan ketulusan hati merupakan bagian luhur
dari menjalankan kewajiban sebagai manusia. Dan lebih indah lagi jika segala
kebajikan dilakukan di hari raya. Menjalankan tradisi tentu merupakan bagian
dari kebajikan. Tradisi yang diwariskan leluhur sejatinya tetap dilaksanakan
karena mengandung nilai-nilai moral yang bertujuan baik. Salah satu tradisi
Lebaran yang tak kalah populer adalah berbagi rezeki
TEORI-TEORI
BUDAYA
Kata budaya diambil dari bahasa
sansekerta yaitu ‘buddhayah’
yang mempunyai arti bahwa segala sesuatu yang ada hubungannya dengan akal dan budi manusia.
Secara harfiah, budaya ialah cara hidup yang dimiliki sekelompok
masyarakat yang diwariskan secara turun temurun kepada generasi berikutnya.
Adapun perbedaan antara agama, suku, politik, pakaian, lagu, bahasa, bangunan,
maupun karya seni itu akan membuat terbentuknya suatu budaya.
Pengertian Budaya Menurut Para Ahli:
1. E. B Taylor dalam Soekanto (1996:55)
memberikan definisi mengenai kebudayaan ialah: "kebudayaan adalah kompleks
yang mencakup pengetahuan kepercyaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan
lain kemampuan-kemampuan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota
masyarakat".
2. Selo Soemardjan dan
Soelaeman Somardi dalam Soekanto (1996:55) merumuskan "kebudayaan sebagai
semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
3. Koentjaraningrat Dari
asal arti tersebut yaitu "colere" kemudian "culture" diartikan
sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam
(Koentjaraningrat dalam Soekanto, 1969: 55).
4. Linton, Budaya
adalah keseluruhan sikap & pola perilaku serta pengetahuan yang merupakan
suatu kebiasaan yang diwariskan & dimilik oleh suatu anggota masyarakat
tertentu.
5. KBBI, Budaya
adalah sebuah pemikiran, adat istiadat atau akal budi. Secara tata bahasa, arti
dari kebudayaan diturunkan dari kata budaya dimana cenderung menunjuk kepada
cara pikir manusia.
6. Effat Al-Syarqawi mendefinisikan
bahwa pengertian budaya dari pandangan agama islam, adalah khzanah
sejarah sekelompok masyarakat yang tercermin didalam kesaksian & berbagai
nilai yang menggariskan bahwa suatu kehidupan harus mempunyai makna dan tujuan
rohaniah.
PELESTARIAN BUDAYA
Peninggalan social budaya haruslah
dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya untuk menambah
wawasan dan pengetahuan, juga untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air
dan bangsa Indonesia. Peninggalan-peninggalan yang masih ada atau terekam
sampai sekarang kemudian menjadi warisan budaya. Menurut Davidson, warisan
budaya diartikan sebagai produk atau hasil budaya fisik dan tardisi-tradisi
yang berbeda dan prestasi-prestasi spiritual dalam bentuk nilai dari masa lalu
yang menjadi elemen pokok dalam jati diri suatu kelompok atau bangsa. Jadi,
warisan budaya merupakan hasil budaya fisik (tangible) dan nilai budayanya
(intangible) dari masa lalu. Cinta terhadap tanah air bisa kita lakukan dengan cara
Melestarikan dan Menjaga Kebudayaan Indonesia.
Kebudayaan
dapat dilestarikan dalam dua bentuk yaitu :
1. Culture Experience
Merupakan pelestarian budaya yang
dilakukan dengan cara terjun langsung kedalam sebuah pengalaman kultural.
contohnya, jika kebudayaan tersebut berbentuk tarian, maka masyarakat
dianjurkan untuk belajar dan berlatih dalam menguasai tarian tersebut. Dengan demikian
dalam setiap tahunnya selalu dapat dijaga kelestarian budaya kita ini
2. Culture Knowledge
Merupakan pelestarian budaya yang
dilakukan dengan cara membuat suatu informasi mengenai kebudayaan yang dapat
difungsionalisasi kedalam banyak bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun
untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi
kepariwisataan daerah. Dengan demikian para generasi muda dapat mengetahui
tentang kebudayaannya sendiri.
Contoh
pelestarian budaya yaitu:
a. Meningkatkan kualitas Sumber Daya
Manusia dalam memajukan budaya local
b. Memaksimalkan potensi budaya local
c. Memperkenalkan keindahan alam dan
keanekaragaman budaya yang kita miliki kepada seluruh dunia agar tidak ada yang
mengakui
d. Selalu mempertahankan dan menjaga budaya
indonesia

Comments