1. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR MENURUT SUDUT PANDANG MAHASISWA
Ilmu Budaya Dasar terdapat tiga suku kata yaitu ilmu, budaya, dan dasar. Masing-masing
suku kata tersebut memiliki definisi yang berbeda-beda.
Ilmu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi ilmu adalah
pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode
tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan)
itu.
Budaya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi budaya adalah
pikiran atau akal budi manusia.
Dasar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi dasar adalah
pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran atau aturan) atau asas.
Jadi, definisi dari “Ilmu Budaya Dasar” adalah suatu
pengetahuan yang mempelajari berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan
menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh
berbagai bidang pengetahuan keahlian yang tergolong dalam Pengetahuan Budaya.
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan
yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan.Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai
pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris
“The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa
Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined).
Tujuan Ilmu Budaya
Dasar menurut sudut Pandang Mahasiswa yaitu untuk mengembangkan kepribadian
serta perluasan wawasan pemikiran, pengetahuan mengenai berbagai gejala yang
ada dan timbul dalam lingkungan khususnya gejala-gejala berkenaan dengan
kebudayaan, agar daya tangkap penalaran dengan lingkungan budaya dapat
diperluas.
2. BUDAYA MENURUT PARA AHLI
1. E.
B. Tylor Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat dan
kemampuan yang lain. Serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota
masyarakat .
2. R.
Linton dalam bukunya yang berjudul The Cultural background of
personality menyatakan bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari
sebuah tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentuknya didukung
serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu .
3. Koentjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah
keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
4. Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi,
mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
5. Herkovits, Kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup
yang diciptakan oleh manusia.
6. Bronislaw Malinowski, Adalah keseluruhan kehidupan
manusia yang integral yang terdiri dari berbagai peralatan dan barang-barang
konsumen, berbagai peraturan untuk kehidupan masyarakat, ide-ide dan hasil
karya manusia, keyakinan dan kebiasaan manusia.
7. C.
Klukhuahn dan W. H. Kelly, mencoba merumuskan definisi kebudayaan sebagai
hasiltanya jawab dengan para ahli antropologi, sejarah, hukum, psikologi yang
implisit, eksplisit, rasional, irasional terdapat pada setiap waktu sebagai
pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia.
8. Dawson dalam buku Age Of The Gods mengatakan bahwa
kebudayaan adalah cara hidup bersama (Culture is common way of life)
9. J. P. H. Dryvendak mengatakan bahwa kebudayaan
adalah kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku
dalam suatu masyarakat tertentu.
10. Takdir Alisyahbana, mengatakan kebudayaan adalah
manifestasi dari cara berfikir.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan.
3. MANUSIA SEBAGAI SATU
KEPRIBADIAN YANG MENGANDUNG TIGA UNSUR: ID, EGO DAN SUPER EGO
1.
Id
Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang
hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari
perilaku naluriah dan primitif. Menurut Freud, id adalah sumber segala energi
psikis, sehingga komponen utama kepribadian. Id didorong oleh prinsip
kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan,
keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya
adalah kecemasan negara atau ketegangan.
2. Ego
Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung
jawab untuk menangani dengan realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id
dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat
diterima di dunia nyata. Fungsi ego baik di pikiran sadar, prasadar, dan tidak
sadar.
Ego
bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang berusaha untuk memuaskan keinginan
id dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai. Prinsip realitas
beratnya biaya dan manfaat dari suatu tindakan sebelum memutuskan untuk
bertindak atas atau meninggalkan impuls. Dalam banyak kasus, impuls id itu
dapat dipenuhi melalui proses menunda kepuasan – ego pada akhirnya akan
memungkinkan perilaku, tetapi hanya dalam waktu yang tepat dan tempat. Ego juga
pelepasan ketegangan yang diciptakan oleh impuls yang tidak terpenuhi melalui
proses sekunder, di mana ego mencoba untuk menemukan objek di dunia nyata yang
cocok dengan gambaran mental yang diciptakan oleh proses primer id’s.
3.
Super Ego
Komponen terakhir untuk
mengembangkan kepribadian adalah super ego. Super Ego adalah aspek kepribadian
yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita
peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat – kami rasa benar dan salah. Super ego
memberikan pedoman untuk membuat penilaian.
Ada dua bagian super ego:
1.
Yang ideal ego
mencakup aturan dan standar untuk perilaku yang baik. Perilaku ini termasuk
orang yang disetujui oleh figur otoritas orang tua dan lainnya. Mematuhi
aturan-aturan ini menyebabkan perasaan kebanggaan, nilai dan prestasi.
2.
Hati nurani mencakup
informasi tentang hal-hal yang dianggap buruk oleh orang tua dan masyarakat.
Perilaku ini sering dilarang dan menyebabkan buruk, konsekuensi atau hukuman
perasaan bersalah dan penyesalan. Superego bertindak untuk menyempurnakan dan
membudayakan perilaku kita. Ia bekerja untuk menekan semua yang tidak dapat
diterima mendesak dari id dan perjuangan untuk membuat tindakan ego atas
standar idealis lebih karena pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir
dalam sadar, prasadar dan tidak sadar.
Contoh
dari Id, Ego, Super Ego
Kate, Aulia, Nurul ini adalah tiga sahabat dari SMA. Mereka baru
saja lulus dari SMA dan mereka ingin melanjutkan ke Universitas ternama. Ketiga
sahabat ini masuk ke salah satu perguruan tinggi yang ada di Indonesia tetapi
dengan perguruan tinggi yang berbeda-beda. Dihari pertama masuk kuliah Kate berjumpa
dengan banyak teman baru yang mengajak ia untuk berkenalan. Mereka pun saling
tegur sapa dan sudah langsung akrab satu sama lain. Lima teman baru Kate ini
bernama Dinda, Allysa, Nabila, Sasa, dan Chika. Kelima teman baru Kate memiliki
sikap yang bertolak belakang dengan Kate. Kelima teman ini merupakan
teman-teman yang rajin beribadah sedangkan Kate adalah sosok perempuan yang
tekadang masih banyak bolong-bolong dalam melaksanakan ibadah (sholat). Kate selalu
diajak untuk melakukan sholat dan di ajak untuk puasa Sunnah senin-kamis
bersama. Selama beberapa bulan ini Kate menjadi rajin untuk beribadah dan Kate sering
mengikuti ajakan dari teman-temannya untuk berpuasa Sunnah senin-kamis bersama.
Suatu hari pada hari kamis Kate libur kuliah dan Kate sedang menjalankan ibadah
puasa Sunnah yang ia sering lakukan semenjak kuliah. Kate yang sedang berada
dirumah tiba-tiba tanpa rencana kedua temannya semasa SMAnya dahulu (Aulia dan
Nurul) datang kerumahnya. Aulia dan Nurul menanyakan bagaimana kampus tempat
Kate kuliah, bergosip-gosip ria, dan merencanakan liburan bersama. Setelah
pembicaraan selesai Aulia dan Nurul mengajak Kate untuk ikut ke café yang
berada di dekat sekolahnya dahulu. Awalnya Kate menolak karna ia ingat ia
sedang berpuasa dan tepat kedua temannya mengajak itu pada siang hari. Akan tetapi
rayuan kedua temannya mengalahkan penolakan Kate pada akhirnya Kate ikut ajakan
kedua temannya. Sesampainya disana kedua temannya langsung memesan makanan dan
minuman dan Kate tidak memesan apa-apa. Makanan dan minuman yang dipesan kedua
teman Kate sudah berada dimeja yang mereka duduki.
Akhirnya kedua temannya pun menyarankan Kate untuk berbuka puasa pada
siang hari karna kedua teman Kate merasa tidak enak melihat Kate yang hanya
bengong melihat makanan dan minuman kedua temannya tersebut. Kate pun merasa
pada siang ini ia merasa lapar dan haus. Kate pun menimbang-nimbang apa yang
kedua temannya katakan soal untuk dia berbuka puasa siang ini tetapi Kate pun
ragu akan berbuka puasa hari ini, hati kecil Kate berkata “jika ia berbuka puasa
ia akan mendapat kepuasan yaitu menghilangkan rasa lapar dan haus disiang hari,
akan tetapi jika ia berbuka puasa pada siang hari adalah perbuatan yang tidak
baik dan akan menimbulkan dosa, akan tetapi disisi lain ia merasa haus dan
lapar”. Perang dihati Kate semakin menjadi antara memenuhi keinginnya atau
melawan keinginanya. Pada akhirnya Kate memutuskan untuk tidak berbuka puasa
siang hari ini karena ia takut dosa. Dan Kate juga mempertimbangkan ia masih
bisa menahan hasratnya untuk makan dan minum ditunggu sampai adzan magrib
Dari contoh diatas sangat jelas bahwa id nya adalah ketika Kate
ingin sekali berbuka puasa (makan dan minum) pada siang hari . Egonya ketika
suara hatinya berkata antara berbuka dan tidak berbuka. Super Egonya ketika
Kate berpikir takut akan dosa.
Sumber tulisan:
1. Kamus
Besar Bahasa Indonesia

Comments